Cara memilih raket bulutangkis

Mei 9, 2009

RaketRaket yang baik dan cocok bagi pemain sangat berpengaruh dalam permainan bulutangkis. Perlu diketahui bahwa raket bulutangkis sangat berfariasi merek, kualitas dan harganya. Seorang pemain yang baik harus dapat mengenali raket apa yang cocok bagi tipikal permainannya. Ada 2 tipikal permainan yaitu menyerang (ofensive) dan bertahan (defensive). Raket  menyesuaikan tipikal para pemain dengan bentuk dan berat yang berfariasi. Berikut ini tips memilih raket yang cocok buat karakter permainan anda : Forehand


1. Memilih kepala raket

Kepala raket yang berbentuk oval cocok untuk pemain yang memiliki power kuat, sebab bentuk ini membantu konsentrasi kekuatan pada raket. Sedangkan raket berbentuk persegi biasanya memiliki permukaan raket yang sedikit lebih lebar sehingga sangat cocok untuk gaya permainan bertahan dan mengandalkan pukulan dropshot.


2. Berat raket

Raket yang ringan mempengaruhi gerak kelincahan pemain. Untuk Type Bertahan dan Kontrol bisa di pakai raket yg tidak begitu berat yaitu jenis 4U atau 3U dengan titik keseimbangan dari ujung Grip 270-285 dan fleksibilitas raket medium atau Flexibel. Untuk tipe menyerang dipilih yg agak berat yaitu jenis 3U atau 2U dengan titik keseimbangan 285-300 dan fleksibilitas raket Extra Stiff atau Stiff.
3. Gagang raket

Pilihlah gagang raket yang sesuai dengan anda. Gagang raket yang kecil mempengaruhi kelincahan dalan merubah genggaman backhand dan forehand. Jika ganggang raket besar akan menguras tenaga dan mempengaruhi kelincahan genggaman.


4. Bahan dasar raket

Pilih raket yang berbahan ringan, jika anda pemain profesional sebaiknya Anda memilih raket yang berbahan carbon-fiber yang sangat ringan dan aerodinamik.

Semua pilihan tentang raket yang cocok untuk anda memiliki harga yang berfariasi. Kisaran harga yang memenuhi standar  yaitu berbahan dasar yang kuat dan berat yang akurat biasanya berkisar Rp. 300ribu untuk harga yang paling murah. Dan jangan lupa tarikan senar mempengaruhi kelenturan hasil pukulan. Standar tarikan antara 24-28lbs bergantung pada selera.

Yang paling utama adalah kualitas dan kuantitas latihan. Semakin banyak berlatih dan terprogram akan meningkatkan kemampuan permainan anda. Selamat mencoba.


Peraturan Pertandingan PBSI/BWF

Mei 8, 2009

logo_bwf_newPBSI Dusun Tengah mengacu pada peraturan pertandingan PBSI/BWF dalam pertandingan resmi yang diadakan. Beberapa PB yang tergabung dalam  PBSI Dusun Tengah menerapkan peraturan pertandingan game angka 30 dalam latihan. Hal ini dilakukan untuk menghemat waktu pertandingan yang hanya menggunakan 2 lapangan. Apabila kualitas pemain dalam pertandingan sama biasanya memerlukan waktu yang relatif panjang bila menggunakan peraturan pertandingan PBSI/BWF yaitu antara 40 – 90 menit/lebih. Karena itu, pada sesi latihan, PB menggunakan game 30 agar menghemat waktu latihan yang biasanya hanya memerlukan waktu 45 menit (paling lama). Kadang kala memerlukan waktu lebih dari itu bila permainan sangat berimbang.

Berikut ini peraturan pertandingan PBSI/BWF:

  1. Score system mempergunakan “rally Point” the best of three games.
  2. Pada point 11 tiap-tiap game, pemain diizinkan untuk istirahat selama 1 (satu) menit dan pelatih boleh memberikan instruksi-instruksi kepada pemainnya, tetapi pemain tidak boleh meninggalkan lapangan.
  3. Pada waktu pergantian tempat antara game pertama dan game kedua pemain diizinkan istirahat 2 menit. Pelatih diperkenankan ke lapangan untuk memberikan instruksi-instruksi, tetapi pemain tidak boleh meninggalkan lapangan.
  4. Bila terjadi One Game All (game satu sama), pemain diizinkan untuk istirahat selama 2 menit.
  5. Seorang pemain hanya diperkenankan bermain dalam 2 nomor yaitu : 1 (satu) kali tunggal dan 1 (satu) kali ganda, 1 (satu) kali tunggal dan 1 (satu) kali Ganda Campuran.
  6. Apabila terjadi Gangguan, Referee berhak untuk menunda atau memindahkan pertandingan ke tempat/hari lain dengan tetentuan hasil pertandingan yang diperolehnya tetap berlaku/syah.
  7. Barang-barang yang boleh diletakkan dekat lapangan pertandingan hanya air minum dan perlengkapan atlet lainnya sebagai cadangan.
  8. Pemain yang beralih status keanggotaanya dari stu klub ke klub lainnya, harus memenuhi ketentuan mutasi pemain dan disyahkan oleh Tim Keabsahan.
  9. Pemain yang pada gilirannya harus bertanding, tetapi tidak hadir dilapangan setelah dipanggil tiga kali dalam waktu 5 (lima) menit diyantakan kalah.
  10. Selama pemain melakukan pertandingan, tidak diperkenankan meninggalkan lapangan tanpa izin wasit yang bertugas, termasuk menukar raket dengan yang berada dipinggir lapangan.
  11. Setiap pemain diwajibkan berpakaian olahraga bulutangkis sesuai peraturan yang berlaku.
  12. Pemain yang mendapat cedera dilapangan, apabila tidak dapat melanjutkan pertandingan dinyatakan kalah.
  13. Pemain yang mendapat cedera dan tidak bisa melanjutkan pertandingan, kedudukannya pada nomor lain dapat diganti apabila nomor tersebut belum memulai pertandingan pertamanya.
  14. Tiap pemain berhak mendapat istirahat 30 (tiga puluh) menit diantara 2 (dua) pertandingan yang harus dimainkannya secara berturut-turut.
  15. Pemain dan Official bertanggung jawab untuk mengetahui sendiri bila dan dimana harus bertanding, termasuk adanya perubahan jadwal dan sebagainya.
  16. Pemain yang tidak mau melaksanakan pertandingan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan panitia dinyatakan kalah.
  17. Apabila pemain memerlukan tambahan perlengkapan pada waktu melakukan pertandingan (air, raket dsb) harus sepengetahuan dan melalui Referee.
  18. Pemain/atlet dilarang mempergunakan obat dopping.
  19. Peserta yang belum tiba gilirannya tidak diperkenankan memasuki lapangan tempat pertandingan.

Selain peraturan diatas, peraturan teknis permainan harus juga diperhatikan. Terutama saat melakukan servis. Servis adalah modal utama bagi pemain untuk memperoleh poin. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat melakukan servis adalah sebagai berikut:

Servis yang Salah :
1. Pada saat memukul bola, kepala (daun) raket lebih tinggi atau sejajar dengan grip raket.
2. Titik perkenaan kok, kepala (daun) raket lebih tinggi dari pinggang.
3. Posisi kaki menginjak garis tengah atau depan.
4. Kaki kiri melakukan langkah.
5. Kaki kanan melangkah sebelum kok dipukul.
6. Rangkaian mengayun raket dan memukul kok tidak boleh terputus.
7. Penerima servis bergerak sebelum kok servis dipukul.

Servis yang Benar :
1. Pada saat memukul, tigngi kepala (daun) raket harus berada dibawah pegangan raket.
2. Perkanaan kok harus berada di bawah pinggang.
3. Kaki kiri statis.
4. Kaki hanya bergeser, tetapi tidak lepas dari tanah.
5. Rangkaian mengayun raket, harus dalam satu rangkaian.
6. Penerima servis bergerak sesaat setelah servis dipukul.


Pengurus baru PBSI Dusun Tengah

Mei 6, 2009

pbsiPada hari selasa, 5 Mei 2009, PBSI Dusun Tengah mengadakan rapat kusus pergantian pengurus. Kepengurusan PBSI Dusun Tengah yang lama sebenarnya telah berakhir pada bulan April 2008 sesuai dengan agenda pergantian pengurus 3 tahun sekali yaitu periode 2005 – 2008. Namun karena suatu hal, pengurus PBSI Dusun Tengah masa bakti 2008 – 2011 baru terbentuk bulan ini.

Dalam rapat yang dihadiri oleh Camat Dusun Tengah Bapak Senianto, S.Ap beserta unsur muspika selaku Pelindung dan Dewan Penasehat dan dihadiri pengurus lama beserta anggota organisasi sebanyak 18 orang, terpilih Ketua PBSI Dusun Tengah periode 2008 – 2011 yang baru yakni Bapak Husein, S.Pd. Selaku Wakil Ketua terpilih Bapak H. Rusdiansyah. Bapak Akhta Sulasfian,SS selaku sekretaris dan Bapak H. Rudi sebagai Bendahara.

Berikut ini nama-nama pengurus inti PBSI Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, Propinsi Kalimantan Tengah:

  • Pelindung / penasehat: Bapak Camat Dusun Tengah
  • Ketua: Bapak Husein
  • Wakil Ketua: Bapak H. Rusdiansyah
  • Sekretaris: Bapak Akhta Sulasfian
  • Bendahara: Bapak H. Rudi
  1. Bidang-bidang / seksi                     :
    1. Pembinaan dan Sumber Daya     : Ketua : Bapak Herianto
      1. Pembinaan Junior              : Sdr. Jainuri
      2. Pembinaan Senior              : Sdr. Yamaha Putra
    2. Pembangunan dan Usaha Dana  : Ketua : Bapak Johan Wahyudi
    3. Pertandingan dan Wasit : Ketua : Bapak Kaneng
    4. Humas : Ketua : Bapak Sahdatul Hadi
    5. Urusan Umum : Ketua : Bapak Saman Hudi

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.